Soto Betawi H. Ma’ruf

Soto Betawi H. Ma’ruf

Soto adalah sebuah makanan yang hampir disetiap daerah ada dan memiliki kekhasan tersendiri. Soto ada bermacam-macam sebut saja Soto kuning di Bogor, Soto Tauto di Pekalongan, Coto di Makassar, Sroto di Banyumas, Soto Medan, dan lain sebagainya. Begitu juga di Jakarta, ada hidangan yang namanya Soto Betawi sebagai salah satu kuliner Jakarta yang harus dicicipi.

Salah satu penjual Soto Betawi legedaris yaitu Soto H. Ma’ruf, yang berada di dalam komplek Taman Ismail Marzuki – Cikini

Soto Betawi H. Ma’ruf adalah salah satu penjual yang masih bertahan dari jaman penjajah sampai sekarang. Soto ini dahulu dirintis oleh Haji Ma’ruf bin Said dan sekarang telah berganti dengan anaknya yaitu Bapak Muchlis.

Soto Betawi H. Ma’ruf yang saat ini berjualan di area Taman Ismail Marzuki (TIM). Awalnya pada tahun 1950 H. Ma’ruf ini berjualan dengan pikulan di sekitar PLN Gambir, lalu menetap di stasiun Gondangdia sampai tahun 1963-1964 lalu pindah lagi ke Cikini Raya hingga tahun 1983 dan sudah berbentuk warung, tetapi walau bentuknya warung pembelinya kebanyakan orang-orang elit, karena Cikini dekat dengan Menteng.

Resep yang selalu alami dan dijaga langsung oleh pemilik merupakan salah satu kunci eksistensinya hingga saat ini. Selain itu, semangat juang dari H. Ma’ruf sang pelopor pun selau menjadi panutan keluarga sehingga mewariskan semangat perjuangannya tersebut. Di generasi kedua ini, Muchlis menambahkan menu baru, yaitu laksa betawi yang diraciknya langsung. “Kami menambahkan menu baru dari warisan bapak, yaitu laksa betawi. Ini karena banyak permintaan dari konsumen.

Isi dari Soto Betawi ini adalah potongan daging sapi, lidah, kikil, paru goreng, usus dan babat, tenggelam dalam kuah santan kental khas yang kaya rempah. Emping, bawang seledri dan bawang goreng menjadi pelengkap, plus acar, sambal dan kecap manis yang membuat kuliner khas Jakarta ini menjadi paripurna. Kuah santannya gurih, bersama nasi hangat, dengan cepat kuahnya pun langsung tandas. Isinya pun generous, dan yang paling asik adalah menikmati paru gorengnya yang tetap garing walau sudah direndam kuah soto. Untuk satu porsi Soto Betawi ini kita harus menebusnya dengan harga Rp. 38.000 dan laksa Rp. 23.000.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *